Tampilkan postingan dengan label Infokom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infokom. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

0

OPENING DESA BINAAN GEN IX (SEMESTER 110)


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo, sobat bermanfaat! Sekaligus pembaca setia blog ini.

Kalian masih ingat jargon DESA BINAAN FMIPA UNJ kan?

Kita jargon dulu yaa...

DESA BINAAN...
AKU, KAMU, KITA, LUAR BIASA!
DESA BINAAN...
AKSI NYATA MEMBANGUN BANGSA!

Semoga semakin menambah semangat kita semua nih.

Oke, kita lanjut ya. Setelah sebelumya para Pejuang Desa Binaan mengikuti acara Family Day . Kini merupakan titik awal bagi para Pejuang untuk terus membagikan semangat kepada adik-adik Desa Binaan.

Pada hari Rabu, 6 Maret 2019 para Pejuang melakukan sosialisasi di daerah lingkungan Kayu Jati. Pejuang membagikan brosur berupa undangan Opening Desa Binaan yang diadakan pada tanggal 9 Maret 2018 di Kampus B UNJ.

Sosialisasi Desa Binaan di wilayah Kayu Jati

Undangan Opening Desa Binaan

Saat pembagian brosur, kami melihat antusias adik-adik yang tinggi. Namun ternyata masih ada beberapa orang tua serta masyarakat yang belum mengerti mengenai DESA BINAAN. 

Apa itu DESA BINAAN?

 "Desa Binaan adalah sebuah comdev yang bergerak di bidang pengajaran terutama anak-anak. Tempat kita belajar, mengajar, dan bermain untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Desa Binaan berisi keluarga Kecil dengan langkah kecil berharapan besar untuk mencerdaskan masa depan bangsa." (Muhammad Nabil Fauzul - Kepala Desa Binaan Gen IX).


"Desa Binaan FMIPA merupakan wadah bagi para pemuda terutama mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat dengan mendidik karakter anak bangsa serta mengembangkan lingkungan sosial yang ada di wilayah Kayu Jati." (Nur Muhammad Fadilah - Wakil Kepala Desa Binaan Gen IX).

Nah, itulah pengertian Desa Binaan yang dipaparkan oleh Kepala Desa dan Wakil Kepala Desa Generasi IX.

Pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 2019, alhamdulilah kami telah melaksanakan Opening Desa Binaan. Tentunya hal ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu para pejuang maupun adik-adik Desa Binaan. Ada banyak keseruan loh di Opening Desa Binaan Gen IX ini. kita simak yuk keseruannya:

Opening Desa Binaan Gen IX
Sebelum memulai acara, kita berdoa bersama dulu ya, supaya acara ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Agenda pun dimulai pada pukul 09.00 WIB di Saung Ungu Kampus B UNJ. Senangnya, banyak adik Desa Binaan yang datang nih dan juga mereka sangat antusias untuk mengikuti rangkaian agenda yang pastinya seru dan menyenangkan.

Pembukaan acara juga berjalan lancar dengan pengenalan singkat mengenai Desa binaan.
membuat origami bersama

Setelah itu, adik-adik dan pejuang Desa Binaan membuat origami bersama antara lain membuat pembatas buku, kodok loncat, kupu-kupu dan burung.




Tadaaa!!! Bagaimana nih hasil kreasi origami bikinan adik-adik ini? kece banget kan.

games

Eittts! Bukan cuma itu aja keseruannya loh. Ada berbagai games menarik nih. Sebelumya dibuat enam kelompok dan dari kelompok-kelompok itu nanti ada beberapa pos yang akan di lalui dan berisi games menarik.

Games itu antara lain sarung ular, bola bergilir, balap ikan, tebak gaya, giring bola, dan karet berbedak.

games

Waaaah seru banget, kan! ada yang tahu gak makna games-games itu?

Yaps, benar sekali teman-teman...

Dengan adanya games-games tersebut, dapat melatih kekompakan, lebih teliti dalam mengerjakan sesuatu, dan melatih kejujuran tentunya.


kedekatan bersama adik Desa Binaan

kedekatan bersama adik Desa Binaan
Walaupun belum satu hari penuh bersama... kita bisa melihat kedekatan Pejuang bersama dengan adik-adik Desa Binaan yah

kedekatan bersama adik Desa Binaan
Setelah seru-seruan main games, para pejuang beristirahat dengan meminum es dan ngobrol santai bersama adik Desa Binaan.

kesan pertama Adik Desa Binaan
Waah, semoga membawa manfaat dan menjadi pengalaman juga kenangan yang indah untuk masa depan nanti ya!



Sebelum penutupan, ada pembagian hadiah dan snack juga loh. selain itu, adik-adik desa binaan mendapat formulir yang harus diisi nih untuk mengikuti agenda rutin Desa Binaan di Posyandu Kayu Jati.

Jadi, untuk adik-adik jangan lupa datang yah setiap hari Rabu dan Jumat. Kita belajar dan bermain bersama😊

evaluasi

Alhamdulilah akhirnya kegiatan berjalan dengan lancar, kegiatan selesai pada pukul 11.55. Setelah kegiatan selesai, kami melakukan evaluasi mengenai apa yang kita jalani. Mungkin ini akan menjadi pengalaman baru juga nih bagi pejuang Desa binaan.

Selain itu, ada sedikit cerita yang menarik dari salah satu pejuang kita loh:

"Ada banyak alasan untuk merasa bahagia di dunia. Bisa karena berkumpul dengan orang yang kita cinta, impian yang terwujud karena doa dan usaha, juga kebaikan kecil yang membuat orang lain bahagia."
Pada sabtu pagi, tanggal 9 Maret 2019. Alhamdulillah, Opening Desa Binaan Generasi IX udah berjalan dengan lancar. Meski masih banyak kekurangan yang belum memaksimalkan agenda, aku rasa suasana yang tercipta hari itu udah penuh semangat dalam kebersamaan.

Namun ditengah-tengah keseruan, para kakak pejuang Desa Binaan (termasuk aku) menyadari ternyata ada salah satu adik DB yang sedang sakit, dia keliatan gak semangat, hingga pejuang yang lain menyarankan aku untuk membujuknya. Akhirnya dengan bismillah, mencoba membujuk dengan hati. Syukur, adiknya jadi mau makan dan aku suapi hehe (nggak tau kenapa seneng aja rasanya) ini best part banget sih sampe hati tuh rasanya meleleh begitu aja.

Sehabis selesai makan, adiknya langsung semangat main lagi, ini jadi bahagia banget. Semudah itu temen-temen, melelehkan mood ketika hari sudah mulai terik, cuma ngeliat orang bisa bahagia karena kita :")

Senang aja akhirnya bisa ngebujuk anak-anak yang tadinya tetap pendirian (sulit dibujuk) jadi luluh.

Nah satu lagi kejadian yang paling super the best dari agenda itu. Jadi selagi penutupan untuk pulang, semua adik dan pejuang bersalaman terus ada seorang adik yang manggil nama aku, "Kak Frisss." Kirain mau salim, udah nyiapin tangan, eh tiba-tiba dipeluk kenceng banget sambil bilang "Kakak inget aku terus ya, aku sayang." Seketika kaget mau nangis wkwkwk. Pada saat itu si langsung pecah badmoodnya (maaf sudah lelah banget) jadi langsung bahagia banget rasanya 😭

Walaupun lelah banget tapi bahagia banget rasanya:"

Friska Valencia Yolanda
Pendidikan Kimia 2018

Sungguh berkesan dan memotivasi yah, kegiatan ini juga bisa melatih pejuang agar bisa memahami berbagai karakter anak yang beragam pastinya.

Dan, dengan Opening Desa Binaan ini,

Kita kembali membuka agenda rutin Desa Binaan setiap hari Rabu dan Jumat.

JADI, DATANG YAH...!
Bermain bersama! 
Bersama belajar!

Sampai jumpa di agenda-agenda seru Desa Binaan lainnyaπŸ’™

#HidupMahasiswa
#HidupRakyakIndonesia
#HidupPendidikanIndonesia

Penulis: Wiwin Yulianti (Pendidikan Fisika 2018)
Penyunting: Segenap tim Infokom Desa Binaan Gen IX

Minggu, 28 Oktober 2018

0

Bergeraklah Pemuda! - Hari Sumpah Pemuda

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sembilan puluh tahun sudah ikrar itu dikumandangkan. 
Sembilan puluh tahun lalu, para putra-putriindonesia dengan semangat yang membara berusaha memerdekakan bangsa ini.
Sembilan puluh tahun kemudian, para putra-putri kita semakin terpuruk.

Dahulu, bambu runcing digenggaman, siap mengusir para penjajah.
Sekarang, gawai digenggaman, siap memecah belah bangsa ini.

Hoax disebar. Tawuran dimana-mana.
Kemana para pemuda yang dulu sanggup melawan penjajah?
Zaman makin canggih, namun akal pikiran makin kolot.

Makin banyak politikus korupsi, makin banyak pula pemuda tak peduli.
Selalu mengeluh tanpa melihat ke bawah.
Selalu mengeluh apa yang telah diberikan negara.
Nyatanya mereka belum melakukan apapun untuk negara.

Bung Karno pernah berkata,
Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Namun sekarang satu juta pemuda pun tak akan cukup untuk mencabut semeru dari akarnya.
Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak.
Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.
Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.
Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!
Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke! 
Bangunlah wahai pemuda!
Sampai kapan kalian tertidur!
Jangan hanya bermimpi!
Kejarlah mimpi kalian!
Gunakan gawai digenggaman kalian sebagai senjata 'tuk meraih mimpi!
Jangan sampai gawai itu memakan tuannya sendiri!

HIDUP PEMUDA INDONESIA!

#DesaBinaanFMIPAUNJ
#AkuKamuKitaLuarBiasa
#AksiNyataMembangunBangsa
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
πŸ‘₯ Desa Binaan Fmipa unj
πŸ“· Desabinaan_fmipa
🌍 desa-binaan.blogspot.com
πŸ“© db.fmipa@gmail.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
© Desa Binaan GEN VIII

Selasa, 13 Maret 2018

2

Pendidikan Yang Tepat Untuk Anak Usia 6-8 Tahun

Pendidikan adalah cara terbaik untuk membentuk kepribadian dan mendidik seseorang kedalam hal-hal kebaikan. Pendidikan juga merupakan sarana yang tepat untuk mengasah bakat dan potensial seseorang.

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, mulai dari anak yang baru lahir, lansia, remaja, anak-anak berkebutuhan khusus dan hal ini tidak dipandang oleh kekayaan seseorang. Namun, bagaimana pendidikan yang tepat untuk anak usia 6-8 tahun?

Di Indonesia sendiri, anak-anak berusia 6 atau 7 tahun sudah wajib memasuki Sekolah Dasar. Sebelum umur yang ditetapkan, anak-anak tersebut atau balita, disarankan untuk memasuki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-Kanak (TK). Menurut Gardner, setiap anak-anak memiliki 7 kecerdasan yang meliputi linguistik, logika, matematika, spasial, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal dan naturalis yang mana mereka memiliki kepekaan terhadap hal-hal tersebut. Pada anak-anak, dikenal suatu istilah yaitu ‘Golden Age’ atau masa keemasan. Golden Age ini terjadi pada umur 0-8 tahun, dimana cara berfikir, emosi, motorik, fisik mereka akan berkembang dengan drastis dengan bantuan orang tua mereka.

Pada anak berusia dibawah 6 tahun, mereka melakukan apa yang disuruh oleh orang tua atau orang disekitar mereka. Namun saat berusia 6-8 tahun, anak-anak dalam masa keemasan mereka. Mereka mulai mengetahui mana peraturan yang benar dan salah, dan dapat memahami serta merefleksikan nilai moral secara dalam.

Mereka ada pada tahapan pra-operasional yaitu rangsangan yang diberikan kepada anak tidak dapat diterima secara menyeluruh karena anak masih belum mampu untuk berpikir abstrak. Lalu untuk usia 7 tahun, mereka juga sudah mulai memasuki tahapan konkret operasional dimana anak dapat berpikir lebih rasional seperti melipat, menyusun, melakukan pemisahan, penambahan dan membagi. Untuk tahapan perkembangan kepribadian, menurut Erikson, mereka berada pada tahap Industri Versus Inferioritas yang mana menandakan bahwa mereka pada masa sekolah (School Age). Anak akan memiliki rasa ingin tahu yang besar, sehingga mereka akan aktif mempelajari apa yang ada di sekitarnya, namun saat mereka menghadapi kesukaran, hambatan hingga kegagalan, mereka cendrung merasa rendah diri. Ini adalah tugas orang tua dan guru serta orang di sekitar mereka agar mengembangkan kemampuan mereka sehingga mereka terhindar dari sifat rendah diri tersebut. Peran orang tua atau guru sangatlah penting bagi anak usia ini untuk memerhatikan apa yang dibutuhkan oleh si anak. Umumnya, anak-anak yang gagal dalam bangku sekolah disebabkan lebih sering bermain dibanding belajar.

Pembelajaran di Sekolah Dasar tentu sangat berbeda dengan pembalajaran saat di TK. Saat memasuki Sekolah Dasar, pembelajaran cendrung bersifat akademis dibanding TK yang lebih bersifat bermain. Usia 6-8 tahun sudah memasuki SD kelas 1 sampai 3 dan proses pembelajaran yang mereka terima lebih mengarah kepada potensi dan kemampuan mereka. Namun dikarenakan pada satu kelas terdapat berbagai watak anak-anak yang berbeda, para guru harus paham dalam proses pembelajaran bagaimana menyikapi hal tersebut. Para guru seharusnya jangan membandingkan anak yang kurang atau lambat dalam pemahaman materi dengan anak yang tergolong cepat memahami materi. Karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi rendah diri dan timbullah mindset bahwa dirinya adalah orang bodoh.

Karena anak SD kelas 1-3 tergolong anak usia dini, para guru harus memahami konsep pembelajaran yang memfokuskan pada sifat fisik motorik anak, seperti diajarkan cara baris-berbaris, senam atau dasar olahraga, cara menulis dan menggambar karena hal-hal ini dapat membentuk kepribadian yang disiplin dan merangsang kreatifitas anak. Selain itu, guru juga harus mengajarkan dasar-dasar ilmu pengetahuan, seperti membaca, menghitung, mengenalkan hewan, lingkungan dan manusia. Guru juga harus memberi kesempatan kepada setiap anak untuk aktif bertanya serta guru dapat bercerita agar kemampuan bahasa anak meningkat dalam hal pembendaharaan kata. Guru juga harus merangsang pengembangan sosial dengan pengerjaan tugas secara kelompok kecil. Terakhir, guru sebagai orang tua di sekolah tidak seharusnya bersikap judes atau kurang ramah dan harus mengapresiasikan segala hal yang telah anak-anak lakukan.


DAFTAR PUSTAKA:
Anonym. Industry vs Inferiority Kerajinan vs Inferioritas. 2 Januari 2017. http://www.psikologiku.com/industry-vs-inferiority-kerajinan-vs-inferioritas/
Anonym. Memahami Psikologi Anak. 2 Januari 2017. http://duniaanak.org/perkembangan-anak/memahami-psikologi-anak.html
Anonym. Tahapan Psikologi Perkembangan Anak. 2 Januari 2017. http://duniaanak.org/perkembangan-anak/tahapan-psikologi-perkembangan-anak.html
S, Ernawulan. PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI (USIA 6-8 TAHUN). 2 Januari 2017. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/196510011998022-ERNAWULAN_SYAODIH/perk_anak__6-8_th_.pdf